Per Tahun
Semua tulisan, dikelompokkan menurut tahun terbit.
2018
2 tulisan
2017
2 tulisan
-
Nirwan Dewanto dan Seni Rupa Kontemporer
Suatu malam, di sebuah toko buku di Yogyakarta, saya mengalami peristiwa yang membuat tersadar bahwa zaman sudah berubah.
-
(Bukan) Sirkus Sawong Jabo
Kelompok musik Sirkus Barock baru saja menyelesaikan sebuah lagu saat remaja-remaja lelaki yang merangsek di depan panggung berteriak-teriak, 'Hio, Pakde.
2016
5 tulisan
-
Dialita dan Salam yang Bersambut
Tiga puluh delapan tahun sesudah dibebaskan dari penjara Bukit Duri, Jakarta, Utati Koesalah (72) masih mengingat banyak hal terkait masa penahanannya.
-
Dari Para Pemberi Pengaruh
Di suatu ruangan yang beralaskan karpet merah, sejumlah lelaki mengerubungi sebuah lukisan berukuran raksasa.
-
Raden Mandasia dan Kisah Besar
Saya selalu membayangkan Yusi Avianto Pareanom sebagai orang yang tak tergesa-gesa.
-
Gerhana dalam Seni Rupa
Gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 tak hanya dirayakan di wilayah yang dilintasi fenomena alam tersebut.
-
Orkestra Klakson dan Mesin Motor
Dari atas panggung kecil yang berada di tengah-tengah penonton, Jay Afrisando memimpin pertunjukan musik malam itu.
2015
20 tulisan
-
Pabrik Gagasan Sardono
Seniman teater Tony Broer muncul di bangunan bekas Pabrik Gula Colomadu dengan balutan lumpur yang memenuhi seluruh wajahnya.
-
Berwisata di Era Selfie
Di antara deretan bunga amarilis yang sedang mekar, Tri Wuri Handayani (20) berpose dengan beragam gaya.
-
Apakah Yogyakarta Membutuhkan Go-Jek?
Mulai Senin, 16 November 2015, Go-Jek resmi beroperasi di Yogyakarta.
-
Pejuang Pangan dari Gunung Kidul
Selama hampir 20 tahun, Suparjiyem memimpin ibu-ibu di kampungnya untuk menanam dan mengolah tanaman pangan yang tumbuh di sekitar mereka.
-
Kamera dan Kuasa Masa Kolonial
Sejumlah kereta pengangkut kayu bergerak menyusuri rel di tengah hutan.
-
Digoyang Ombak Nglambor
Cuaca cerah menyambut kedatangan Abdul Rouf (20) dan dua temannya di Pantai Nglambor, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu pagi, 18 Februari lalu.
-
Perjalanan yang Membuka Dialog
Saat tokoh Mahmud dalam Film Mencari Hilal memulai perjalanan, dia hanya punya satu tujuan: membuktikan bahwa praktik ibadah yang tulus dan tak mengharap imbalan itu masih ada.
-
Tak Ada Sultan di Ambarketawang
Pesanggrahan Ambarketawang yang biasanya sepi mendadak didatangi sejumlah orang, Minggu sore, 12 Juli lalu.
-
Sensasi Kicak dan Wedang Sirsak
Di rumah berdinding anyaman bambu itu, Sujan (36) dan dua teman perempuannya berjibaku dengan sejumlah bahan makanan.
-
Menari untuk Kesetaraan
Di panggung yang gelap dan tak terlalu luas itu, Arif Setyo Budi (28) duduk bersimpuh.
-
Batas-batas yang Dirobohkan
Sekitar 100 piring berisi biji padi dan tanah humus disebar di dekat sebuah mesin molen yang biasa dipakai mengaduk semen dan pasir.
-
Yang Gaib dalam Takhta Yogyakarta
Suatu siang pada Oktober 1939, Gusti Raden Mas Dorodjatun tiba di Yogyakarta setelah menempuh perjalanan menggunakan kereta api dari Jakarta.
-
Menyelematkan Anggrek Merapi
Perjalanan kami menembus Hutan Turgo di kaki Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu pagi, 21 Februari 2015, ternyata tak sia-sia.
-
Pindah, Singgah, Rumah
Sekitar setahun lalu, saat berbaring di kasur kontrakan kami di Palembang, Sumatera Selatan, telepon seluler saya berdering.
-
Terpingkal karena Ben Sohib
Saya pertama kali mengetahui Ben Sohib menulis cerita pendek pada tahun 2011 ketika dia tampil dalam salah satu sesi Utan Kayu-Salihara Literary Biennale di Jakarta.
-
Ikan-ikan Marko Jaelani
Keesokan harinya, kami tahu Marko Jaelani mendapatkan surat peringatan dengan alasan telah menangis di kantor pada hari deadline.
-
Dilema Hotel di Yogyakarta
Sejak bertugas di Yogyakarta sekitar setahun lalu, salah satu isu yang kerap saya liput adalah maraknya pembangunan hotel di kota itu.
-
Berdansa Bersama Para Dosen
Hujan deras mengguyur Yogyakarta sore itu.
-
Cinta di Panti Karya
Meskipun menderita gangguan kejiwaan, penampilan dan perilaku Dewi (58) tak beda jauh dengan orang biasa.
-
Sosiologi Agama Hanung Bramantyo
Saya tak habis pikir dengan pendapat beberapa orang, termasuk Hanum Salsabila Rais, yang menganggap Film Hijab karya Hanung Bramantyo cenderung menjelek-jelekkan Islam.
2014
5 tulisan
-
Internet Sebagai Rimba Asing
Senin pagi, 17 November 2014, Gedung Pengadilan Negeri Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, disesaki puluhan orang.
-
Dari Jogja untuk Maroon 5
Kehidupan Bayu Santoso berubah cukup drastis sejak 7 Oktober 2014.
-
Merawat Semangat Sang Guru Gambar
Saat masih kanak-kanak, Andi Purnawan Putra nyaris tak pernah melewatkan acara Gemar Menggambar yang disiarkan stasiun televisi TVRI.
-
Yang Terlewat dari Yang Ketu7uh
Saat pertama kali menonton cuplikan Yang Ketu7uh di Youtube beberapa waktu lalu, saya sempat mengira film dokumenter itu berkisah tentang dukungan rakyat yang besar terhadap Joko Widodo dalam pemil...
-
Dongeng Islam dalam Lukisan Kaca
Di dunia nyata, Sunan Kalijaga dan Dewi Nawang Wulan barangkali tak pernah bertemu.
2013
8 tulisan
-
Tahun Gosip Sastra
Dunia sastra Indonesia tahun ini dimulai dengan keheningan dan diakhiri dengan ribut-ribut agak besar yang seru dan lucu.
-
Anak Kandung Pluralisme
Dari tiga remaja putri penganut Ahmadiyah yang saya temui sore itu, Sandra tampak paling percaya diri.
-
Dongeng Fantastis Murjangkung
Seandainya hari ini saya diminta menyebutkan lima penulis Indonesia kontemporer yang karyanya paling penting dan harus dibaca, dipastikan saya akan menjawab A.
-
Semusim Surealis yang Mengubah Segalanya
Perempuan itu baru saja lulus SMA dan sedang bersiap melanjutkan kuliah di jurusan sejarah ketika sebuah surat kaleng sampai padanya.
-
Realisme yang Tanpa Tujuan
Hari ini saya membaca lagi—entah untuk yang ke berapa—'Seribu Kunang-kunang di Manhattan' dan anehnya, saya masih terus terkesan pada cerpen yang dibuat puluhan tahun lalu itu.
-
Sia-sia
Saya percaya tidak semua hal itu memiliki guna, dan karena itu saya percaya selalu ada yang sia-sia pada hidup kita.
-
Serpih Peristiwa di Duren Sawit
Tiap kali meliput peristiwa politik skala besar, selalu ada paradoks yang muncul dalam diri saya.
-
Sekadar Komedi yang Terlalu Ramai
Ada sebuah nasihat lama yang saya kira masih terus berlaku hingga kini: segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
2012
22 tulisan
-
Merayakan Novel Indonesia
Sejak beberapa bulan lalu saya sudah berpikir untuk menyusun daftar ini.
-
Samuel
Dalam pembicaraan mengenai novel Amba karya Laksmi Pamuntjak, orang sering hanya menyebut cinta segitiga di antara Amba, Salwa, dan Bhisma, seolah-olah segala hal ihwal cinta di buku itu hanya meny...
-
Momen Hening dan Kompleksitas Manusia
Di antara begitu banyak ketegangan dan amarah yang muncul dalam film A Separation karya Asghar Farhadi, terselip sejumlah keheningan yang sebagian berfungsi sebagai jeda, tapi sebagian lainnya mung...
-
Ciuman Terlarang di Borobudur
Salah satu kelegaan yang saya dapatkan ketika membaca novel terbaru karya Ayu Utami, Lalita, adalah kenyataan bahwa Marja dan Parang Jati, dua tokoh dalam kisah itu, sudah mulai saling mengakui per...
-
Di Pojok Istora
Hampir tengah malam di Istora Senayan, tapi suasana masih begitu semarak.
-
Karena Kami Tidak Takut
Hari masih pagi ketika keponakan saya yang berusia 3 tahun mendatangi tempat tidur saya.
-
Laju Lurus Perahu Kertas
Berdasarkan sejumlah pengalaman, selalu ada problem dalam film yang dibuat dari adaptasi novel.
-
Ruang dan Pengalaman
Setelah hampir tiga tahun di Jakarta, saya masih kesulitan menganggap kamar kos sebagai tempat tinggal.
-
Kontemplasi di Kanvas Srihadi
Peristiwa yang mengubah orientasi melukis Srihadi Soedarsono itu terjadi pada pameran seni rupa di Paviliun Khusus DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah pada 1975.
-
Sebab Cinta (Kadang) Harus Dicopet
Bila cinta yang kau incar berada di saku celana orang lain, mungkin kamu memang harus mencopet untuk mendapatkannya.
-
Cinta Terlarang di Tepi Toba
Bila Leila S Chudori dengan sedikit lebay menyebut Partikel karya Dewi Lestari sebagai salah satu buku 'yang paling sulit dilepas dari pegangan tahun 2012 sejauh ini', maka saya akan menyebut Anak ...
-
Pusaran Kisah di Sekitar Rama Kanjeng
Siang itu, tentara-tentara Jepang berhamburan ke dalam Gereja Randusari, Semarang.
-
Spiritualitas Penyembah Jamur
Dalam novel terbaru Dewi Lestari, Partikel, muara dari semua pengalaman tokoh utamanya, Zarah Amala, sebenarnya sederhana: spiritualitas.
-
Mempertahankan Kebebasan
Dalam buku Allah, Liberty and Love, Irshad Manji menulis bahwa kaum muslim moderat di dunia mesti belajar kepada Indonesia dalam mengelola keragaman.
-
Petaka Liburan Keluarga
Dari dalam tanah, tangan itu mencuat.
-
Sebab Leon Agusta Pernah Bahagia
Leon Agusta adalah penyair yang datang dengan semangat khas seni modern.
-
Nabi yang Memunggungi Dunia
Ruwat Sengkolo adalah perpaduan rock star dan sufisme tingkat lanjut.
-
Cerita Cinta Si Parasit (Tak) Lajang
Ayu Utami masih bisa menjuluki dirinya sebagai parasit bila mau, tapi jelas tak bisa lagi memanggil dirinya dengan sebutan si parasit lajang—sebagaimana dulu ia pernah menyebut dirinya sendiri—seba...
-
Twitter dan Kenyataan di Luarnya
Film Republik Twitter sebenarnya berangkat dari asumsi zaman baheula yang pernah diungkapkan dengan baik oleh Sosiolog Peter L Berger.
-
Komposisi Hantu Jawa-Eropa
Tiga penari perempuan itu menjelma menjadi ksatria-ksatria perkasa.
-
Bersiaga di Jalan Jakarta
Pada mulanya, saya ingin optimis dengan jalanan Jakarta.
-
Pak Bual
Bilapun dia benar-benar suka berbohong, Pak Bual tetap sepenuhnya orang baik.
2011
30 tulisan
-
Debu yang Menanggung Duka
Sesudah lebih dari 70 tahun, Goenawan Mohamad akhirnya menerbitkan sebuah buku utuh untuk kali pertama.
-
Harapan dan Momentum Mesuji
Pekan lalu, dari Jumat sampai Minggu, saya mengunjungi wilayah Mesuji yang masuk dalam dua provinsi, Lampung dan Sumatra Selatan, untuk meliput seputar konflik di sana.
-
Tugas Sedih Sondang Hutagalung
Seorang pejuang tidak hanya dihargai dari hasil yang dicapainya, tapi juga dari niatan awalnya.
-
Mama Ina Melawan Usia
Dari atas panggung, Vina Panduwinata mencari anaknya.
-
Ke Merapi, Mereka kan Kembali
Widarti adalah perempuan yang tegar dan periang.
-
Empat Dekade Seni Ideologis Guruh
Di atas panggung megah itu, setelah menyanyikan lagu Januari Kelabu, Riafinola Ifani Sari berkata kepada dua rekannya dari grup musik B3, Cynthia Lamusu dan Widi Mulia.
-
Rahim Danarto dan Anjing Joko Pinurbo
Ada sebuah benda yang selalu dibawa oleh putri-putri kita, tidur maupun jaga, ketika makan maupun bengong, naik Trans Jakarta maupun naik pesawat.
-
Tafsir Sederhana Kutukan Raja
Sekumpulan dhemit yang putus asa itu akhirnya memutuskan melawan.
-
Foto Keluarga
Pada hari ketika ia dinyatakan meninggal dunia secara medis, aku melihat ayah masuk ke dalam foto keluarga yang digantung di ruang makan rumah kami.
-
Di Bawah Lindungan Iklan
Dengan bujet yang konon mencapai Rp.
-
Ramadhan di Jakarta
Salah satu cobaan paling berat menjalankan puasa Ramadhan di Jakarta adalah terjebak di mall saat waktu berbuka puasa tanpa mendapat kepastian tempat berbuka.
-
Kelahiran Kembali Si Burung Kondor
Jose Karosta, penyair yang bersemangat itu, akhirnya bernasib seperti burung kondor: terasing dan kesepian.
-
Suatu Pagi di Bundaran HI
Remaja lelaki itu kelihatan sangat memelas.
-
Filosofi Roti Dewi Lestari
Tiap kali membaca karya Dewi Lestari dan berjumpa dengan hubungan asmara yang begitu tulus dan murni, saya selalu punya bayangan nakal.
-
Tentang Kartolo yang Apolitis
Seperti dalam kisah cinta kebanyakan, sepasang kekasih yang berpisah itu akhirnya bersatu kembali di bawah cahaya bulan purnama.
-
Menjadi Ideologis Lagi
Dalam sebuah esai yang saya tulis beberapa saat sesudah Pemilu 2009, saya bercerita tentang seorang pedagang makanan keliling yang memakai kaos Partai Gerindra tapi di gerobaknya tertempel stiker P...
-
Ingatan-ingatan Ihwal Soeharto
Ingatan saya tentang Soeharto adalah gambar samar-samar seorang tua dengan rambut memutih dan senyum mengembang yang sedang berdialog dengan para petani.
-
Maluku Adalah Lagu
Maluku adalah lagu.
-
Nyanyi Dangkal Anak PKI
Dia menyaksikan ayahnya dijemput tentara bersenapan.
-
Pancasila dan Politik Harapan
Pada malam menjelang 1 Juni 1945, Soekarno keluar dari rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No.
-
Apa yang Kau Cari, Surapati?
Kadangkala, seorang pahlawan adalah sosok yang teramat misterius.
-
Bersembunyi di 7-Eleven
Hari-hari ini, bila ada tempat nongkrong ABG yang selalu dibicarakan orang di Jakarta, pastilah tempat itu 7-Eleven.
-
Rengasdengklok dan Beban Sejarah
Di Rengasdengklok, di antara pasar yang becek, jalan-jalan sempit yang penuh lubang, dan orang-orang miskin yang mandi di sungai, saya tak kuasa menahan pertanyaan yang bisa jadi terdengar menggeli...
-
Guyon Jelata Ala Yogya
Suara dagelan adalah suara Tuhan.
-
Sanikem Tak Henti Melawan
'Lihat rumah itu.
-
Kicauan Para Pembocor
'Halo pak @benny_israel, bisa minta tolong promosikan akun ini?
-
Jejak Politik Hariman Siregar
Pada pertengahan Januari 1974, ketika hari masih sangat pagi, Hariman Siregar dibangunkan dari selnya di Rumah Tahanan Militer Budi Utomo, Jakarta Pusat.
-
Salah Paham Zonder Lentera
Sebuah sepeda tanpa lentera bisa berakibat pada pergantian pemimpin.
-
Meliput Cikeusik
Kakinya telanjang.
-
Demokrasi, Kritik, dan Rasa Sabar
Mereka yang memilih demokrasi adalah mereka yang siap kecewa.
2010
20 tulisan
-
Mimpi Manis Ikal dan Lintang
Setelah lomba yang mendebarkan itu, Lintang mengayuh sepeda bututnya ke rumah.
-
Anomali Jay Gatsby
Di Indonesia, nama Francis Scott Key Fitzgerald identik dengan Film The Curious Case of Benjamin Button.
-
Merapi dan Kenangan
Ketika saya mendongakkan kepala setinggi mungkin pagi itu, puncak Gunung Merapi tidak kelihatan.
-
Nyanyi Sunyi Penderita AIDS
Nasib adalah kesunyian masing-masing.
-
Tentang “Eat, Pray, Love” dan Apakah Kita Bahagia
Saya menonton Eat, Pray, Love dengan ekspektasi yang tak terlampau tinggi karena sudah mendapat peringatan.
-
Perang di Ampera
Saat bentrokan di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 29 September 2010 pecah, saya sedang berada di tempat foto kopi di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
-
Hasrat dan Pengabdian Edhi Sunarso
Lelaki itu berbaring telungkup dengan satu kaki ditekuk.
-
Sebuah Oase di Taman Victoria
Setiap orang membutuhkan sebuah oase, dan bagi para tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Hongkong, oase itu bernama Victoria Park.
-
Obasute
Di desa-desa miskin pada masa Jepang kuno, seorang nenek yang telah renta akan dianggap sebagai beban.
-
Lelaki-lelaki Ayu Utami
Yang mungkin dilupakan adalah bahwa Ayu tidak hanya berkisah soal perempuan, tapi juga tentang laki-laki.
-
Kisah Cinta Sebuah Keluarga
Film yang diilhami dari dwilogi novel karya Ben Sohib.
-
Berbelanja di Toko Keperluan
Dipandang dari luar, toko seluas 5 x 4 meter itu tampak sederhana.
-
Ucok
Dia memakai setelan pakaian baru.
-
Eksotika Timur yang Kumuh
Sesaat sesudah saya menonton Film Slumdog Millionaire (Danny Boyle, 2008), saya tahu—seperti orang waras lainnya—bahwa film itu dibuat dengan teknik sinematografi yang bagus.
-
Abu Jibril
'Astagfirullah!'
-
Jalan Pulang Sapardi
Meski terasa sedikit nuansa baru, kumpulan puisi 'Kolam' tetaplah jalan pulang Sapardi.
-
Perempuan dan Risalah Perang
Mengenang Rachel Corrie Lagi 16 Maret 2003, Rachel Corrie, seorang perempuan muda warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia dengan cara yang tragis: dilindas buldoser Israel buatan AS.
-
Penumpang Gelap
Mulanya, saat kereta api yang saya tumpangi malam itu berhenti, saya sama sekali tak curiga.
-
Temannya Soe Hok Gie
Saya bertemu dia pada sebuah siang yang terik.
-
Tahun Baru
2010 adalah tahun yang benar-benar baru bagi saya.
2009
39 tulisan
-
“The Reader” dan Banalitas Kedurjanaan
Apa yang pada akhirnya membuat saya menyukai Film The Reader (Sthepen Daldry, 2008) bukanlah akting cemerlang Kate Winslet yang kini setengah tua, atau kisah cinta melodramatik sedikit aneh yang te...
-
Puisi Sebagai Subversi
Dalam kehidupan manusia, sebuah puisi seharusnya hadir sebagai sebentuk subversi.
-
Asyik-Santai Desakralisasi Sastra Jawa
Apa sebenarnya yang menyebabkan sastra Jawa modern tinggal di dalam ruang yang sepi?
-
Balung Buto Sangiran
Indonesia punya pengalaman panjang yang cukup buruk dalam melestarikan peninggalan zaman lampaunya.
-
Bob Parr
Bagi saya, salah satu kisah ihwal pahlawan yang paling kocak sekaligus tragis, main-main tapi juga filosofis, adalah yang termaktub dalam Film The Incredibles (2004).
-
Buku
Ini buku-buku yang pernah saya tulis: #1 Misteri-misteri Terbesar Indonesia Judul Buku: Misteri-misteri Terbesar Indonesia Penerbit: BukuKatta, Solo Waktu terbit: Cetakan 1 (Desember 2008);...
-
Makan dan Makam
Sore itu, ketika Budhe B menelepon, saya sedang sendiri di rumah.
-
Buku Kedua Saya Terbit
Akhirnya, buku kedua saya yang berjudul Misteri-misteri Terbesar Indonesia 2 terbit November ini.
-
Pemuda dan Simplifikasi
Hari ini, ketika 'pemuda' dalam pengertiannya yang asasi terus disepak ke pojok ruang paling pinggir dari rumah kebangsaan kita, masihkah kita layak berbicara tentang sumpah pemuda dengan menggebu?
-
Gundono dan Wayang yang Tak Selesai
Di tangan Slamet Gundono, wayang adalah ihwal yang tak selesai.
-
Misteri-misteri Terbesar Indonesia 2
Misteri-misteri Terbesar Indonesia 2 adalah buku kedua saya, akan terbit pada bulan ini.
-
Seragam Sekolah: Sebuah Kisah
Pada sebuah pagi sekira sebelas tahun lampau, saya bangun tidur dengan perasaan yang campur aduk: ada rasa senang, sekaligus bangga, tapi juga secuil cemas.
-
Sastra Jawa Tanpa Desa
Ada sebuah paradoks yang saya rasakan saat menghadiri Festival Sastra Jawa dan Desa 2009 pada 4-5 Agustus lalu.
-
Lebaran dan Fiksi Berbau Film India
Dua tahun lalu, saya menuliskan pengalaman yang saya temui saat melakukan 'perjalanan silaturahim' lintas provinsi bersama keluarga saya.
-
Oncor dan Imajinasi Takbiran
Di kampung saya, malam takbiran selalu identik dengan oncor.
-
Remaja dan Hasrat Berteman
Nama aslinya Saddam Husein, tapi ia sering dipanggil Kastro.
-
Anak-anak dari Dusun Global
Perlahan-lahan ada yang sedang berubah dari dunia anak-anak di sekeliling kita.
-
Dan Keresahan Makin Akrab
Indonesia hari ini adalah sebuah dunia yang resah.
-
Teror Bom, Adu Cepat, dan Jurnalisme Ludah
Pemberitaan televisi kita soal bom di JW Marriott dan Ritz-Carlton dipenuhi dengan adu cepat berita serta 'jurnalisme ludah' yang berisi omongan spekulatif, perbincangan konspiratif, dan pertanyaa...
-
Komunikasi dan Hasrat Ekonomi Solo
Dalam sebuah diskusi tentang jati diri Kota Solo beberapa waktu lampau, Laura Romano, seorang peneliti kebudayaan Jawa asal Italia, mempertanyakan pemakaian slogan 'Solo The Spirit of Java'.
-
Politisasi Mitos Pangeran Samudro
Makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Desa Pandem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, identik dengan ritual ngalap berkah (mencari berkah) yang penuh kontroversi.
-
Manunggaling Musik dan Gosip
Salah satu jenis tayangan yang sekarang paling banyak disiarkan televisi kita selain sinteron, berita, dan infotainment adalah acara musik.
-
Berwisata di Rumah Tuhan
Sakralitas masjid sebagai ruang sosial ternyata tidak pernah statis dan universal.
-
Kisah Guru-guru Saya
Sebagaimana tiap orang yang menempuh pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi, saya punya pengalaman diajar oleh banyak sekali guru.
-
Panggil Dia Megawati Saja
25 Juni 1996, Jenderal TNI Feisal Tanjung, yang kala itu menjabat sebagai Panglima ABRI, memanggil sejumlah pemimpin media massa.
-
Kartini dan Iklan Potongan Harga
Iklan itu cukup besar, sekira seperempat halaman koran.
-
Sebuah Pemilu Tanpa Ideologi
Pada sebuah sore, beberapa hari setelah Pemilu, saya melihat seorang penjual makanan keliling sedang mendorong gerobaknya.
-
MTV dan Problem Identitas Kaum Muda
Judul buku : Generasi MTV Penulis : Dadang Rusbiantoro Penerbit : Jalasutra, Bandung Cetakan : Pertama, Agustus 2008 Tebal : 203 halaman Di New York, 8 Desember 1980, sebuah kegemparan t...
-
Cecabang Jalan Akademisi Sastra
(Tanggapan untuk Esai Aries A Denata SS di Solopos) Dunia kesusastraan selalu berisi banyak jalan dengan cecabang yang plural dan tak bisa dipersamakan.
-
Bung Kecil
100 tahun Sutan Sjahrir Jika Hatta memilih buku dan Soekarno menyukai rapat raksasa, Sjahrir mengintimi anak-anak dan petualangan.
-
Lelaki Laut
Aku akan memanggilmu Cemara dan kau bisa memanggilku Laut.
-
Kita Berbelanja Maka Kita Ada
Judul buku : Saya Berbelanja Maka Saya Ada: Ketika Konsumsi dan Desain Menjadi Gaya Hidup Konsumeris Penulis : Haryanto Seodjatmiko Penerbit: Jalasutra, Yogyakarta dan Bandung Cetakan : Pertama, N...
-
Ponari dan Ronald Reagan
Irasionalitas selalu hadir bahkan di masa orang bisa merekayasa manusia buatan secara rasional.
-
Dialog-dialog Menjelang Berangkat
'Sebentar lagi, setelah pintu itu ditarik tutup dan kereta melaju, segalanya mungkin akan berubah.'
-
Banjir
Sungai bisa menjadi lahan bagi olah spiritual manusia.
-
Menziarahi Laweyan, Menggenapi “Ke-Solo-an”
'Wong Solo itu belum lengkap 'Ke-Solo-an'-nya kalau belum sampai di tempat ini.'
-
Wisrawa
Hasrat merengkuh kesucian kadangkala bisa berbalik menjadi sebuah kebrutalan.
-
Misalkan Kita di Palestina
Di Palestina hari ini, adakah dinding-dinding yang tertebas peluru juga akan menjawab 'tidak' atas pertanyaan: 'Adakah celah masuk ke Palestina?'
-
Punggung
obrolan imajiner dengan Dewi Lestari Momen pembacaan karya sastra, bagi saya, seringkali terasa bagai sebuah percakapan: antara saya yang pembaca dengan penulis kisah yang bahkan wajahnya sebena...
2008
84 tulisan
-
Kesatria Pelangi
Bumi tidak membutuhkan superhero sebagai sahabatnya.
-
Helene Le Touzey
kenapa hari ibu jadi penting 'Untuk sesaat, saya ingin sekali mengembalikan dia ke dalam rahim saya.'
-
Manusia Hamberger dan Pengetahuan yang Diperdagangkan
Tiap kali telepon di kantor pusat perusahaan waralaba McDonald's berdering, akan selalu siaga seorang pekerja yang dengan yakin menjawab panggilan di ujung sana dengan sapaan yang ganjil: 'Ya, ini ...
-
Rasa Sakit
Untuk apa sebenarnya rasa sakit diciptakan?
-
Ajakan, Ke Atas, Langit, dan Surga
fiksi pertama di blog ini 1.
-
Simpul Erat Teknologi dan Pornografi
Perkembangan teknologi komunikasi, terutama komunikasi visual, selalu diiringi dengan pertumbuhan pornografi.
-
Rachel, Pahlawan, Imajinasi
Di tengah debat berkepanjangan tentang pahlawan yang terjadi akhir-akhir ini, saya teringat sebuah nama: Rachel Corrie.
-
Pada Mulanya Adalah Seks...
Pengalaman seksual adalah sesuatu yang begitu intim dengan manusia.
-
Hukuman
mengiringi kepergian 'mereka' Hukuman mati juga bisa mengandung sebuah guyon.
-
Surya di Pangkal
utk: Imam Samudra CS Bagaimana mungkin kita bisa mengahancurkan setan kalau ia ada dalam diri kita?
-
Dari Revolusi Pemuda Sampai Generasi MTV
Kajian tentang kaum muda di Indonesia telah memiliki rentang usia yang cukup panjang.
-
“Telimpuh”: Suatu Interpretasi
1.
-
Marjinalisasi Perempuan dalam Film Horor
Di Indonesia, film horor tak pernah bisa dilepaskan dari sosok perempuan.
-
Masa Lalu dan Penolakan Posmodernisme
Di Indonesia, perbincangan tentang posmodernisme telah berlangsung selama lebih dari dua dasawarsa.
-
Suzanna: Sebuah Obituari
Sampai menemu ajalnya pada usia 66 tahun, 15 Oktober lalu, Suzanna Martha Frederika van Osch tetap sebuah teka-teki.
-
Kemiskinan, Angka-angka, dan Politik Pencitraan
(Tulisan ini untuk Blog Action Day 2008) Bagi sebagian kalangan, kemiskinan mungkin hanya soal angka dan politik pencitraan .
-
Gila
Di masa kecil, saya pernah punya pengalaman tak terlupakan dengan seorang gila.
-
Utopia Solo Menjadi Kota Cyber
Setelah cukup lama mencanangkan diri sebagai kota budaya, belum lama ini Solo menegaskan sebuah utopia baru: menjadi kota cyber (cyber city).
-
Diri Sendiri
Ada sebuah kalimat dalam Novel Demian-nya Herman Hesse yang saya sukai: 'Sekarang aku menyadari bahwa tidak ada di dunia ini yang lebih dibenci oleh seseorang daripada mencoba melangkah menuju diri...
-
Manusia, Ajal, Catatan
Saya membayangkan Natasha Anya pada sebuah malam menjelang ajalnya tiba.
-
Jilbab, Cadar, dan Dewi Persik
Seandainya Anthony Synnott melihat tayangan infotainmen tentang Dewi Persik yang memakai jilbab dan cadar, mungkin ia akan berkata: 'Apa gue bilang!
-
Perempuan-perempuan Agresif
Hari ini, diakui atau tidak, kita terus menyaksikan sebuah 'perlawanan' terhadap citra tradisonal perempuan sebagai sosok feminin, lembut, dan tidak agresif di hadapan lawan jenis.
-
Nietzsche dan Horison yang Terbatas
Seandainya Friedrich Wilhelm Nietzsche berdiri di suatu jembatan yang menghubungkan rumahnya dengan sebuah lautan yang ganas, apa yang akan ia lakukan?
-
Ziarah dan Manusia yang “Retak”
Di Jawa, orang mungkin tak akan—atau tak bisa?
-
Sebab Waktu (Boleh Jadi) Adalah Puisi
Ketika standarisasi waktu dibuat pada 1884, waktu telah berubah menjadi semacam ilmu pasti.
-
Kemerdekaan dan Ihwal yang Tak Selesai
Beberapa malam lalu, saat menyaksikan pentas monolog Putu Wijaya yang berjudul 'Merdeka', saya seolah diingatkan: kemerdekaan adalah sesuatu yang mungkin saja tak akan selesai.
-
Proklamasi Luna dan Ilusi Kemerdekaan
Di hadapan iklan, tak ada sesuatu yang sakral.
-
Kaos yang Kehilangan Petanda
Kerinduan membuatku seperti tanaman yang menenggelamkan dirinya kembali ke dasar bumi.
-
Sebuah Hujan yang Puisi
(Tentang Antologi Puisi 'Aku Ingin Mengirim Hujan') Puisi Indonesia modern adalah sosok yang akrab dengan hujan.
-
Subversi
Dalam hidup yang sudah terlampau banyak cincong ini, sebuah puisi seharusnya hadir sebagai sebentuk subversi—dalam artinya yang dinamis.
-
Pojok Jalan
Sebuah pojok jalan, saya kira, bukan sebuah rumah.
-
Perbuatan
Saya menonton Film 'Lions for Lambs' baru-baru ini dan tahu: ada sesuatu yang jauh lebih berarti ketimbang argumentasi yang ditata rapi, rencana luar biasa yang mungkin tanpa cela, dan pikiran ceme...
-
Layang-layang
Dulu pernah kau belikan aku sebuah layang-layang pada hari ulang tahun.
-
Lambat
Beberapa hari lalu, ketika mengunjungi daerah Tawangmangu—sebuah dataran tinggi di kaki Gunung Lawu—saya seperti berharap akan menemui semacam 'kelambatan'.
-
Realisme yang Lugu, Cinta, dan Lain-lain
(Membaca Antologi Puisi Pendhapa 5) Penyair yang hanya menyekatkan perhatian pada dirinya sendiri, kata Subagio Sastrowardoyo, tak akan menghasilkan sajak yang cukup berarti.
-
Risiko
:lintanglanang Bung, kini kita tahu: laku menulis adalah sebuah laku yang tak pernah bebas dari sebiji—atau lebih—risiko.
-
Iklan: Sebuah Muasal
Pada masa Yunani Kuno, iklan yang paling mula adalah puisi.
-
Iklan: Menundukkan Puisi, Menjadi Suci
Sebagai sesama teks, dilihat secara sepintas iklan dan puisi memang berada dalam ruang yang terpisah jauh.
-
Membela Kemanusiaan Universal
Ketika sejumlah anggota laskar yang memakai label Islam menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKBB) pada Minggu (1/5) lalu di Monas, mereka sebenarnya tak hanya me...
-
Fragmen Jalan (2): Pertunjukan Kuasa
Ketika Herman Willem Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Hindia Belanda, saya bayangkan ia tahu bahwa jalan adalah sebuah arena yang sangat tepat untuk menunjukkan kuasa.
-
Fragmen Jalan: Spiral Kebisuan
Sebuah jalan bukan sekadar prasarana fisik guna memungkinkan mobilitas manusia terjadi dengan baik.
-
Melawan Nostalgia
Hari-hari terakhir ini—di sekitar Peringatan Seabad Kebangkitan Nasional—, begitu kira-kira kata Goenawan Mohamad, kita seolah tenggelam dalam semacam nostalgia.
-
Foto
'Potret adalah manifestasi hasrat manusia akan kebadian,' tulis Dony Gahral Ardian, saat memberi kata pengantar untuk terjemahan Bahasa Indonesia dari karya James Joyce, 'A Potrait of The Artist as...
-
Seksualitas dan Tubuh yang Membebani
Menonton pementasan Teater SOPO FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) yang bertajuk 'Tompel', Rabu (14/5) di Aula FISIP UNS, saya seperti disentakkan: tubuh, juga seksualitas, ternyata bisa menjadi...
-
Pergi
pada: nhw Dulu, saya hampir selalu memandang kepergian sebagai sesuatu yang berat.
-
Sayembara Sastra, Rangsangan Menulis, dan Pencapaian
Tahun 1998, saat Kongres Bahasa Indonesia VII, penyair Taufiq Ismail pernah menyebut jarangnya sayembara sastra sebagai salah satu persoalan dalam perkembangan sastra Indonesia saat itu.
-
Puisi dan Sikap Hidup Intelektual
Saya memoderatori Diskusi 'Puisi dan Intelektualitas' di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo, pada Senin (28/4) lalu.
-
Pesimisme dan Kehendak yang Buta
pada: helmy Kalau bagi Chairil Anwar hidup adalah menunda kekalahan, bagi Arthur Schopenhauer, hidup adalah 'kekalahan' itu sendiri.
-
Jam
Tepat ketika saya berusia 22 tahun pada akhir Maret lalu, beberapa kawan memberikan sebuah jam weker pada saya.
-
Bunga Kering Sigmund Freud
Suatu hari, Sigmund Freud bermimpi ia baru saja menyelesaikan sebuah buku mengenai tanaman tertentu.
-
Eco dan Fasisme yang Kabur
Di atas Gaya Baru Malam, di tengah situasi berisik para pedagang yang menawarkan barang, saya menghabiskan sebuah esai Umberto Eco tentang fasisme.
-
Memoar Pengusiran (2)
Pada Rabu (9/4), persoalan pemindahan Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa VISI FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, kembali memanas.
-
Siksa yang Menyelamatkan
Ketika Sigmund Freud mulai mengobati pasien-pasien neurosa—yang merupakan fase awal bagi penemuannya atas psikoanalisa—ia menjadi tahu bahwa pengalaman masa lalu menjadi amat penting dalam penyembu...
-
Kemandekan
pada: fa Ahmad Wahib, dalam buku hariannya—yang di kemudian hari diterbitkan menjadi buku 'Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib'—pernah menulis tentang kemandekan diri dan bebera...
-
Media Massa dan Kehancuran Individu
Di Kopenhagen, Denmark, ada suatu masa ketika kerja media massa tidak dimulai dari sebuah sikap ingin tahu.
-
Jurang yang Dalam
Dulu, saya selalu beranggapan bahwa komunitas, kelompok, organisasi, atau keterikatan apapun, di mana kita terlibat di dalamnya, harus sebisa mungkin menjadi 'rumah' bagi kita.
-
Kesadaran yang Pecah
Di alam yang modern ini, bisakah waktu dihentikan, minimal dalam taraf kesadaran?
-
Sumpah Prajurit Asa Bafagih
18 Maret 1953.
-
Harmoko dan “Anak-anak”
Di Indonesia, kata Harmoko suatu kali, tidak pernah terjadi pembredelan pers.
-
Perempuan dan Dunia yang Tak Ajeg
Sardono W Kusumo, dalam sebuah wawancara dengan Majalah Matra, pernah menyebut bahwa 'obsesi feminisme itu nggak tepat'.
-
Pemuda dalam Tanda Petik
Hari ini, ketika 'pemuda' dalam pengertiannya yang asasi terus disepak ke pojok ruang paling pinggir dari rumah kebangsaan kita, masihkah kita layak berbicara tentang sumpah pemuda dengan menggebu?
-
Imajinasi dan Kenapa Perlu Asimilasi
Seorang kawan memberikan catatan penting atas esai saya, berjudul 'PK Ojong dan Asimilasi Keturunan Tionghoa', yang dimuat di Kompas Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
-
Ngak Ngik Ngok
Sore itu, RRI Pro 2 memutar lagu-lagu pop dari berbagai macam band.
-
Beranda Tanpa Angin dan Beranda yang Kehujanan
/1/ Beranda adalah sebuah 'ruang transisi'.
-
Memoar Pengusiran
Pengantar: Pada Kamis (21/2) lalu, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) VISI FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo menerima kabar dari Sekretaris Jurusan Administrasi Negara (AN) FISIP UNS tentang k...
-
Dandy-dandy Revolusioner
Revolusi dan dandyisme bagaikan dua sisi dari sekeping uang logam: keduanya jelas berbeda tapi berada dalam jarak yang amat dekat.
-
Di Antara Puntung Rokok dan Bunga Plastik
Apakah hidup itu semacam imajisme?
-
Malam, Leher Pegal, dan Kasih Sayang
Malam ketika saya akhirnya memutuskan menghidupkan komputer saya yang sering eror untuk kemudian menggarap tulisan ini, kondisi tubuh saya sebenarnya tak fit.
-
STA
Senin siang (11/2), saya tiba di kampus dengan rasa serak di tenggorokan dan badan yang terasa sedikit meriang.
-
Pil Pahit Jurnalisme Indonesia
pada Bill Kovach Bung Kovach, di Indonesia, sembilan elemen jurnalisme yang kau kenalkan barangkali hanya akan jadi mimpi sekaligus bumbu pahit penambah ironi.
-
Seksualitas yang Jadi Publik
Halimah, konon menolak bercerai dengan Bambang Trihatmojo dengan satu alasan: kalau ia benar-benar bercerai dari Bambang, ia takut bahwa selingkuh akan 'dihalalkan' menjadi alasan sebuah perceraian...
-
Mencari Sosialisme Fabian yang “Hilang”
Kaum jurnalis Indonesia harus mengenang—dan barangkali berterima kasih—pada dua hal yang tak ada kaitannya dengan jurnalisme: Sendratari Ramayana dan Restoran Mbok Berek.
-
Perubahan Sosial dan Ketergantungan Pada Media Massa
Film Turtles Can Fly membenarkan pendapat yang mengatakan ketergantungan masyarakat terhadap media massa menjadi besar saat situasi sosial telah atau akan berubah.
-
Aku Selalu Menyukai Suasana Stasiun
'Aku selalu menyukai suasana stasiun,' katamu saat di sebuah sore menjelang petang kita duduk di bangku di Stasiun Tugu, Yogayakarta.
-
Laki-laki, Novel, dan Gerakan Mahasiswa
Seorang kawan mengirimkan sebuah draft novel karyanya pada saya.
-
Ahmad Wahib yang Berlari
Malam ini beberapa kali aku terjaga.
-
Panggil Aku Mulan Jameela Saja!
Tak ada yang benar-benar berubah dari Mulan Kwok sebenarnya, meski namanya kini telah berganti menjadi Mulan Jameela.
-
Pragmatisme dan Pilihan yang Tak Ada
Beberapa hari setelah membaca novel 'Merahnya Merah' karangan Iwan Simatupang, akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan: membaca Iwan Simatupang adalah membaca dengan resiko dan tekad untuk bersabar.
-
Melepaskan Diri dari Mama Laurent
Semua yang saya lihat dengan mata batin hanya gambaran untuk peringatan saja.
-
DKS Oh DKS...
Seorang kawan mengirim surat elektronik ke saya.
-
Teror, Kematian, dan Perempuan di Sekeliling Poe
Selesai membaca Buku 'Biografi Edgar Allan Poe dan Sepilihan Karyanya', saya tahu ada tiga hal yang tak pernah bisa dilepaskan dari karya sastrawan itu: teror, kematian, dan perempuan.
-
Tragedi dari Sebuah Dunia Absurd
Buat sementara, tujuan saya terbatas pada hanya ingin sampai di tempat itu dulu.
-
Benturan, Kecurigaan, dan Ras
Di jaman ketika apartheid sudah tak ada, dan orang semacam Nelson Mandela banyak dipuja, rasialisme ternyata tak serat merta hilang.
-
Sebuah Harapan dalam Tulisan Pendek
-Saya ucapkan turut berduka cita atas semua ini- Melihatmu menuruni undakan tangga siang itu, saya akhirnya bisa lega.
2007
95 tulisan
-
Waktu yang Begitu Kosong
Tahun 2008 hampir tiba dan kita mengalami 'penyambutan' yang tak enak.
-
Puisi untuk Apa Saja
(Membaca Antologi Puisi Absolut) Membaca Buku Antologi Puisi Absolut terbitan Penerbit Gerilya Peradaban, Solo, adalah membaca kumpulan puisi yang hampir tanpa 'benang merah'.
-
Patah Hati Itu Mahal
Satu-satunya kesimpulan yang sedikit 'berarti' yang bisa saya ambil dari film 'Badai Pasti Berlalu'-nya Teddy Soeriaatmadja adalah bahwa patah hati itu mahal.
-
Melihat Mereka Begitu Agresif, Saya pun Malas
Saya duduk termenung di atas sebuah tikar tergulung.
-
Menonton Orang Bosan
Orang-orang yang hiruk pikuk, tuntutan-tuntutan yang banyak berseliweran, dan manusia-manusia yang tak jengah mengejar kepentingan ekonomi, bisakah membuat kita bosan?
-
Selamat Menikmati Tradisi!
Bulan ini di Solo sedang berlangsung dua festival kesenian: Festival Bonraja dan Bengawan Solo Festival.
-
Aa Gym yang Berhenti
Dari Aa Gym, saya belajar betapa pentingnya berhenti.
-
Hal-hal Sepele yang Membawa Serta Bahagia
Dalam hidup yang serba hiruk-pikuk, kebahagiaan bisa jadi ditemukan dalam hal-hal sepele yang kita anggap remeh.
-
Mike yang Bisa Terbang
Sabtu malam kemarin mungkin saya memang sudah kehabisan ide bagaimana menghabiskan malam.
-
Tak Mudah Menjadi Muda
Pagi sampai siang tadi saya duduk di atas sebuah karpet yang digelar di pojok kampus yang sepi.
-
Sebuah Fiksi Ilmiah yang Bangun dalam Diskusi
Saya duduk dalam sebuah diskusi tentang pemanasan global sebagai moderator.
-
Ah, Saya Rasa Ayahmu Benar-benar Pilot
Malam itu, di bangku penonton Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, kau bercerita tentang adegan sebuah sinetron: ada sepasang remaja, satu laki-laki, satu perempuan.
-
Saut Kecil Bicara dengan Saya
Kalau Anda pernah bertemu Saut Situmorang, mendengar ia bicara, atau membaca esai-esainya, barangkali Anda akan beranggapan bahwa dia adalah seorang yang—meski intelektual—keras dan bahkan cenderu...
-
Jerawat Sastra Indonesia
Kalau Dami N Toda pernah menyebut Chairil Anwar sebagai 'mata kanan' dan Sutardji Colzum Bachri sebagai 'mata kiri' dari Sastra Indonesia, Saut Situmorang menyebut dirinya sendiri sebagai 'jerawat'...
-
Malam Tadi, Saya Harap Kau Menangis
Malam tadi, sudahkah kau menangis?
-
Sosiawan Leak yang Hiruk Pikuk
Kamis malam (15/11), suasana Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, menjadi hiruk pikuk.
-
Yang Punya Otak, Bisa Ditaruh Dulu
Membaca buku 'sajakkartun' karya Nasirun PurwOkartun yang berjudul 'Sajak dari Republik Kartun', kesan saya mula-mula sama dengan Dwi Susanto, pengajar Sastra di Universitas Sebelas Maret, Solo.
-
GM, Pahlawan, dan Heroisme yang Tak Perlu
Kalau tahun 1943 Chairil Anwar membuat 'Diponegoro' dan tahun 1955 Toto Sudarto Bachtiar membuat 'Pahlawan Tak Dikenal', tahun 1996-1997 Goenawan Mohamad (GM) membuat 'Aung San Suu Kyi'.
-
Saya Tak Bisa Melukis Kehilangan Itu
Saya tak terlampau tahu, adakah saya sudah melupakan bagaimana rasanya kehilangan, ataukah sejak lama saya memang tak paham bagaimana sebenarnya rasa kehilangan itu.
-
Ini Adalah Kisah Tentang Buku Tak Penting
Pergilah ke sebuah toko buku besar, atau ke sebuah pameran buku, dan Anda akan tahu betapa tak semua buku itu penting untuk dibaca.
-
Kesadaran Jadul Seorang Sastrawan
'Saya tak pernah memandang Barat sebagai suatu yang perkasa.
-
Amien Kamil dan Puisi yang Belum Mandiri
Kalau benar, seperti yang dikatakan Ayu Utami, bahwa dalam perpuisian Indonesia ada yang dinamakan 'aliran Rendra', saya kira Amien Kamil adalah bagian dari aliran itu.
-
Potret Sastrawan Sebagai Megalomaniak
Menghadiri peluncuran Buku Kumpulan Cerpen 'Samin' karya Kusprihyanto Namma pada Selasa (30/10) kemarin, saya berfirasat bahwa pembahasan mengenai buku itu akan jadi tak menarik.
-
Semacam Pelajaran dari Kawan Lama
Salah satu kebahagiaan saat kita berkumpul dengan teman-teman lama adalah kesadaran bahwa kita telah jauh bertambah dewasa.
-
Bagaimana Para Abege Itu Bertahan Hidup
Kalau anda berkunjung ke Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, barangkali anda akan mengambil kesimpulan yang sama dengan saya bahwa sinonim bagi abege saat ini ada dua.
-
“Dari Sebuah Museum Den Haag” dan Moral yang Tak Suci
Seandainya saja Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang ditakdirkan lebih dulu menjadi maju dari pada bangsa-bangsa di Eropa, adakah ia tak melakukan ekspansi-kolonialisme seperti yang dilakukan...
-
Huruf-huruf yang Kembali ke Bumi
Dalam hal pendobrakan terhadap konvensi estetik lama dalam dunia puisi, kita harus belajar pada Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Sutardji Colzum Bachri, Afrizal Malna, dan tentu saja Joko Pinurbo.
-
Malin Kundang di Tapal Batas
Kalau benar bahwa—seperti dinyatakannya sendiri—Goenawan Mohamad adalah seorang Malin Kundang, maka ia adalah Malin Kundang yang tak pernah sepenuhnya 'pergi' dan oleh karena itu, ia juga tak sepen...
-
Pamflet Paling Buruk Tentang Bagaimana Menumbuhkan Semangat
pada: p Setiap manusia mungkin punya waktu untuk berhenti.
-
Kau dan Permainan Mendeskripsikan Apel
pada: as kupandang kelam yang merapat ke sisi kita; siapa itu di sebelah sana, tanyamu tiba-tiba (malam berkabut seketika); barangkali menjemputku barangkali berkabar penghujan itu (Sapardi Djoko...
-
Marquez, Kafka, Bung Pram, Maafkan Saya!
Kalau Anda pernah membaca sebuah buku tapi merasa bahwa tak semua bagian dari buku itu menarik sehingga kemudian mengambil kesimpulan bahwa hanya ada bagian kecil dari buku itu yang menarik, maka ...
-
Lebaran dan Imajinasi yang Berbau Film India
Lebaran bisa berarti banyak hal.
-
“Sajak Itu Sudah Bisa Disuruh Bicara Sendiri”
(Sebuah 'Wawancara Imajiner' dengan Toto Sudarto Bachtiar) Penyair Toto Sudarto Bachtiar meninggal dunia pada Selasa, 9 Oktober 2007 lalu.
-
Sebuah Topik yang Hari Itu Tak Kita Tuntaskan
Kita tetap tak meninggalkan tempat duduk ketika hari sudah makin siang, dan perpustakaan kampus makin sepi.
-
Segepok Obrolan Setelah Buka Puasa
Memasuki halaman luas dengan sumur di depannya itu, saya melihat sudah banyak motor yang diparkir.
-
Cepat Cembuhhh, Ya!
Ketika sakit, selalu ada sebersit kebahagiaan ketika HP berbunyi dan kita mendapati sebuah sms yang mengucapkan, 'Cepat cembuhhh, ya!'
-
Bermain Tebak-tebakan dengan Aan Mansyur
Saya bayangkan seorang penyair (yang laki-laki) mengintip dari balik jendela.
-
Membaca Toto Sudarto Bachtiar dalam Tiga Kecenderungan
Salah seorang penyair Indonesia yang nama dan sajaknya sering keluar dalam buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah Toto Sudarto Bachtiar (TSB).
-
Warna yang Lain
Kalau benar apa yang kau katakan bahwa 'curhat adalah semacam zat aditif yang membikin kecanduan', maka barangkali kita adalah korbannya.
-
Belajar dari 'Celana Dalam' Jokpin dan HAH
Ketika mengunjungi blog Hasan Aspahani (HAH) beberapa waktu lampau, saya menemukan sebuah sajak milik Joko Pinurbo (Jokpin) untuk HAH.
-
Puisi yang (Mungkin Saja) Menyentuhmu
Puisi (Mungkin Saja) Menyentuhmu Malam itu, barangkali kita sama-sama berbahagia.
-
Sebuah Pagi Ketika Kau Menelepon
Persahabatan, barangkali, semacam proses untuk tidak saling melupakan.
-
SIEM 2007: Sebuah Catatan (Amat) Pendek
Perempuan itu tampak kuyu, dengan balutan pakaian yang didominasi warna putih.
-
Sudah Cukup Bukti
pada: nhw Pagi itu, saya bayangkan kau mengutip puisi 'Aku Ingin' karya Sapardi Djoko Damono.
-
Gus tf, Pencarian yang Tak Sampai, dan Hasrat yang Fiksi
Membaca puisi-puisi karya Gus tf dalam Kumpulan Puisi Daging Akar, kita seperti diajak melakukan sebuah pencarian yang panjang.
-
Yogya, Puisi, dan Lain Sebagainya (2)
Berkemeja sederhana, memakai sandal, dan tas kecil yang menggelayut pundaknya, lelaki itu berjalan agak tertatih.
-
Yogya, Puisi, dan Lain Sebagainya (1)
Pagi itu, sekitar jam delapan kurang sepuluh menit, akhirnya saya tiba di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
-
KIta Sudah Berhasil, Bung!
(Sebuah esei tentang kejengkelan pada diri sendiri) Hari itu, setelah kita melakukan sebuah proses yang kita beri nama 'evaluasi', akhirnya kita tahu: kalimat 'evaluasi itu penting supaya kita tak...
-
Musik yang Demokratis
Malam itu, saya ada di sebuah tempat yang sebenarnya agak ganjil (bagi saya): sebuah ruangan di lantai sembilan hotel berbintang.
-
Akankah Kau Menikahi Filsafat?
pada: fms Hari itu, Romo, ketika saya bertemu kau, kenapa suaramu parau?
-
Semarang dan Kuburan Seni
Di kota ini, orang yang berkesenian mungkin seperti orang gila.
-
Sakit Rumah
Saya tak tahu apa terjemahan yang pas untuk frasa 'home sick'.
-
Membaca Hamka: Membaca Gelora Cinta
Ada banyak nama penulis novel di Indonesia yang 'abadi'.
-
Dongeng Gola Gong
Seorang anak kecil pergi ke alun-alun.
-
Setengah Tahun Pawon
Waktu enam bulan mungkin memang bukan jangka yang lama.
-
Membangun Jaringan Sastra 'Tidak Elit'
Ketika mendapat undangan via sms untuk hadir dalam diskusi Launching Buletin Pawon edisi 5, saya sempat bingung dengan tema yang diajukan, yaitu 'Sastra Tidak Elit'.
-
Menyerah
Saya percaya, pada kondisi tertentu, manusia akhirnya harus 'menyerah' pada kondisi.
-
Hidup yang Terampas
pada: dek sum Seorang kawan baru saja bercerita pada saya tentang hidupnya yang 'terampas'.
-
Sastra yang Beribadah
Sabtu, (26/5) kemarin, saya mengikuti sebuah diskusi sastra yang sedikit berbeda dengan biasanya.
-
Sebagai Hiburan
Dua orang lelaki dalam balutan kebaya dan tusuk konde, serta riasan yang tebal: bedak, gincu, riasan di alis, sedang menari-nari membawakan sebuah tari tradisional.
-
Sedikit Tentang Pacaran
Saya baru saja mengikuti sebuah diskusi tentang perbedaan pola komunikasi antara pria dan wanita.
-
Pada Akhirnya Kesunyian
Chairil Anwar pernah menulis: nasib adalah kesunyian masing-masing.
-
Menulis Itu....
Seorang kawan, dalam sebuah diskusi beberapa waktu lalu, mengulang sebuah keyakinan lama tentang teks dan perlawanan: teks adalah alat perlawanan paling ampuh.
-
Berderap
Bererap dan melaju, menuju Indonesia baru Singsingkan lengan baju, singkirkan semua musuh-musuh Rakyat pasti menang melawan penindasan Rakyat kita pasti akan menang Rakyat pasti menang merebut ke...
-
Untunglah Kita Tak Setegar Batu Karang
pada: kaw Saya ingin berbicara tentang sebuah perumpamaan yang 'agak jadul': batu karang dan manusia.
-
Jadilah Putih, dan Tunggu Hasilnya!
Apakah anda percaya kalau masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang terlampau 'terpesona' pada barat?
-
Masihkah Sastra (Bisa) Menarik?
Ketika membuka-buka lembaran Koran Solo Pos edisi Minggu (22/4) kemarin, saya menemukan sebuah tulisan tentang sastra yang cukup 'provokatif' dan menggelitik.
-
Chairil yang (Juga) Dilupakan
Ada yang mengatakan bulan April adalah milik Chairil Anwar.
-
Memahami Lawan Jenis Kita
(dari Diskusi Komunitas Depan Pintu) Siang itu (16/7) kemarin, saya dan beberapa kawan berkumpul untuk berdiskusi.
-
Ternyata Orang Gila Tidak Kompak
Hari ini adalah Hari Kartini.
-
Buang Air
Pada: sba Memimpin itu seperti buang air: kita belum mencium bau kotoran kita, orang lain sudah menciumnya.
-
Kritik
pada: dek sum Mungkin kita harus berbicara soal kritik.
-
Sebuah Perjalanan
Beberapa hari lalu, tepatnya Sabtu (31/3), saya diminta untuk membantu seorang kawan dari Yogya untuk membuat semacam video reporting untuk organisasinya yang bernama Green Map.
-
Angka
Di Amerika Serikat, konon angka 21 adalah angka yang 'keramat'.
-
Membaca Teman
kepada: f Apa arti seorang teman bagi kita?
-
Joglo 3, Logika, dan Kebebasan dalam Sastra
Kamis, (22/3) kemarin Antologi Cerpen Joglo 3 akhirnya terbit.
-
Mengurung Waktu
kepada: A Ketika berbicara tentang hubungan dan kenangan, saya teringat pada Humam.
-
Minimnya Latar dan Peluang yang Hilang
(sebuah pembacaan atas 'Matahari Bawah Tanah') Sebuah prosa—baik cerpen atau novel—yang berusaha mengaitkan diri dengan ciri budaya tertentu, biasanya akan mengeksplorasi habis-habisan simbol, tem...
-
Tubuh, Perempuan, dan Kesadaran
Konon, berbicara soal tubuh saat ini, kita tidak hanya berbicara soal seonggok daging, tulang, dan otot, tapi juga sebuah simbol.
-
Beberapa Kejanggalan dalam 'Mimpi untuk Dresden
Ketika membaca cerpen karya F Dewi Ria Utari berjudul Mimipi untuk Dresden yang dimuat di Kompas (4/3) lalu, ada beberapa kejanggalan yang saya temukan.
-
Pengkaplingan Ruang dalam Penciptaan Puisi
Salah satu persoalan yang masih menggelisahkan bagi saya terkait dengan puisi, adalah masalah 'ruang' dalam penciptaan puisi.
-
Lokalitas dalam Puisi
(Dari Launching Pendhapa 3) Persoalan lokalitas dalam penciptaan puisi menjadi sebuah perbincangan menarik dan sedikit sengit—tapi juga membingungkan bagi saya yang pemula—dalam Peluncuran Antolog...
-
Sinetron dan Sastra
(Dari Peluncuran Pawon Edisi 2) Akhirnya Buletin Sastra Pawon bisa kembali terbit.
-
Dari Pesta ke Cinta
Segerombolan orang berdiri berkerumun, sambil menatap dengan marah.
-
Shakespeare di Solo
Tanggal 14 Februari kemarin, Shakespeare hadir di Solo.
-
Terancam
Sore itu, setelah beberapa hari hujan mengguyur Solo dan sekitarnya, akhirnya saya tahu bahwa hujan bisa juga dianggap sebagai nikmat.
-
Keluar
pada t Seperti pernah kubilang padamu: persahabatan adalah sebuah permainan.
-
Harga
kepada dosen saya Pada suatu masa yang lampau, saya yakin kalian pernah mengalami kondisi yang mirip dengan yang kami alami saat ini.
-
Sedikit Geliat Sastra di Solo
Kehidupan sastra di Solo kembali coba digeliatkan.
-
Pembuang Penat
Di manakah tempat yang tepat agar kita bisa membuang segala kepenatan?
-
Membuka
untuk tdy Adakah bagimu, kesepian itu identik dengan kesendirian?
-
Dekat
Untuk Bagus Dwi Bagaimanapun juga, meski fisikmu jauh, tapi nama dan semangatmu terasa dekat.
-
Kloset
Haruskah kita memperlakukan hidup seperti buang air: menyiram semua yang kita 'keluarkan' dengan tuntas, tanpa menyisakan apa-apa?
-
Pesta (Pedang) Pora
Lelaki-lelaki, dengan tubuh tegap, seragam militer, dan muka serius, berdiri berjejer di atas bentangan karpet merah.
-
Marah
pada mas, mbak Saya percaya, manusia tak membawa kemarahan sejak lahir.
2006
15 tulisan
-
Cermin
Kalau disuruh memilih cermin atau teropong, saya akan memilih cermin.
-
Rumah
kepada R, yang hendak pergi R, saya tahu, semua orang memang memerlukan rumah.
-
Diam
untuk T, dengan segala hormat Saya tak tahu, adakah kau percaya satu kondisi di mana seorang manusia tak berhak bicara soal 'benar' atau 'salah'.
-
Masih Ingat
*Masih ingat dengan banyak seminar yang kita gelar atas nama keadilan?
-
Proses Kreatif Ahmad Tohari dalam RDP
*'Waktu itu, kalau ada lubang yang digali, pasti akan ada orang yang dieksekusi.
-
Drupadi Menggugat
Drupadi adalah seorang feminis ketika ia dengan lantang berteriak menentang 'kekurangajaran' terhadap dirinya.
-
Kita Tidak di Kurusetra
Di Kurusetra, saat Bharatayudha, tidak ada yang namanya 'abu-abu'.
-
Acang dan Obet
Tiga gadis cilik berdiri di depan mikrofon yang tergeletak di lantai.
-
Coelho, Takdir, dan Omong Kosong
> Trims untuk Mita - Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya.
-
Main-Main
Sesuatu yang main-main, adakah ia selalu dangkal?
-
Bush(et)
Andai saja setiap pemimpin seperti Umar bin Khatab, maka sistem keamanan mungkin saja tak perlu.
-
Percik kehidupan
Jangan pernah menempatkan organisasi ini sebagai prioritas pertamamu.
-
Imam, Laras, dan Keyakinan
Saya tak tahu, sudahkah Imam Samudera bermimpi seperti Laras.
-
Setan Itu, Siapa?
Putri namanya.
-
Salah
Siapakah sebenarnya yang salah ketika sebuah bencana alam terjadi, dan menelan korban kemanusiaan yang besar?