Semua Tulisan
Seluruh tulisan di blog lama, dari yang terbaru.
-
Jerawat Sastra Indonesia
Kalau Dami N Toda pernah menyebut Chairil Anwar sebagai 'mata kanan' dan Sutardji Colzum Bachri sebagai 'mata kiri' dari Sastra Indonesia, Saut Situmorang menyebut dirinya sendiri sebagai 'jerawat'...
-
Malam Tadi, Saya Harap Kau Menangis
Malam tadi, sudahkah kau menangis?
-
Sosiawan Leak yang Hiruk Pikuk
Kamis malam (15/11), suasana Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, menjadi hiruk pikuk.
-
Yang Punya Otak, Bisa Ditaruh Dulu
Membaca buku 'sajakkartun' karya Nasirun PurwOkartun yang berjudul 'Sajak dari Republik Kartun', kesan saya mula-mula sama dengan Dwi Susanto, pengajar Sastra di Universitas Sebelas Maret, Solo.
-
GM, Pahlawan, dan Heroisme yang Tak Perlu
Kalau tahun 1943 Chairil Anwar membuat 'Diponegoro' dan tahun 1955 Toto Sudarto Bachtiar membuat 'Pahlawan Tak Dikenal', tahun 1996-1997 Goenawan Mohamad (GM) membuat 'Aung San Suu Kyi'.
-
Saya Tak Bisa Melukis Kehilangan Itu
Saya tak terlampau tahu, adakah saya sudah melupakan bagaimana rasanya kehilangan, ataukah sejak lama saya memang tak paham bagaimana sebenarnya rasa kehilangan itu.
-
Ini Adalah Kisah Tentang Buku Tak Penting
Pergilah ke sebuah toko buku besar, atau ke sebuah pameran buku, dan Anda akan tahu betapa tak semua buku itu penting untuk dibaca.
-
Kesadaran Jadul Seorang Sastrawan
'Saya tak pernah memandang Barat sebagai suatu yang perkasa.
-
Amien Kamil dan Puisi yang Belum Mandiri
Kalau benar, seperti yang dikatakan Ayu Utami, bahwa dalam perpuisian Indonesia ada yang dinamakan 'aliran Rendra', saya kira Amien Kamil adalah bagian dari aliran itu.
-
Potret Sastrawan Sebagai Megalomaniak
Menghadiri peluncuran Buku Kumpulan Cerpen 'Samin' karya Kusprihyanto Namma pada Selasa (30/10) kemarin, saya berfirasat bahwa pembahasan mengenai buku itu akan jadi tak menarik.