Semua Tulisan
Seluruh tulisan di blog lama, dari yang terbaru.
-
Pragmatisme dan Pilihan yang Tak Ada
Beberapa hari setelah membaca novel 'Merahnya Merah' karangan Iwan Simatupang, akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan: membaca Iwan Simatupang adalah membaca dengan resiko dan tekad untuk bersabar.
-
Melepaskan Diri dari Mama Laurent
Semua yang saya lihat dengan mata batin hanya gambaran untuk peringatan saja.
-
DKS Oh DKS...
Seorang kawan mengirim surat elektronik ke saya.
-
Teror, Kematian, dan Perempuan di Sekeliling Poe
Selesai membaca Buku 'Biografi Edgar Allan Poe dan Sepilihan Karyanya', saya tahu ada tiga hal yang tak pernah bisa dilepaskan dari karya sastrawan itu: teror, kematian, dan perempuan.
-
Tragedi dari Sebuah Dunia Absurd
Buat sementara, tujuan saya terbatas pada hanya ingin sampai di tempat itu dulu.
-
Benturan, Kecurigaan, dan Ras
Di jaman ketika apartheid sudah tak ada, dan orang semacam Nelson Mandela banyak dipuja, rasialisme ternyata tak serat merta hilang.
-
Sebuah Harapan dalam Tulisan Pendek
-Saya ucapkan turut berduka cita atas semua ini- Melihatmu menuruni undakan tangga siang itu, saya akhirnya bisa lega.
-
Waktu yang Begitu Kosong
Tahun 2008 hampir tiba dan kita mengalami 'penyambutan' yang tak enak.
-
Puisi untuk Apa Saja
(Membaca Antologi Puisi Absolut) Membaca Buku Antologi Puisi Absolut terbitan Penerbit Gerilya Peradaban, Solo, adalah membaca kumpulan puisi yang hampir tanpa 'benang merah'.
-
Patah Hati Itu Mahal
Satu-satunya kesimpulan yang sedikit 'berarti' yang bisa saya ambil dari film 'Badai Pasti Berlalu'-nya Teddy Soeriaatmadja adalah bahwa patah hati itu mahal.