Semua Tulisan
Seluruh tulisan di blog lama, dari yang terbaru.
-
Kaos yang Kehilangan Petanda
Kerinduan membuatku seperti tanaman yang menenggelamkan dirinya kembali ke dasar bumi.
-
Sebuah Hujan yang Puisi
(Tentang Antologi Puisi 'Aku Ingin Mengirim Hujan') Puisi Indonesia modern adalah sosok yang akrab dengan hujan.
-
Subversi
Dalam hidup yang sudah terlampau banyak cincong ini, sebuah puisi seharusnya hadir sebagai sebentuk subversi—dalam artinya yang dinamis.
-
Pojok Jalan
Sebuah pojok jalan, saya kira, bukan sebuah rumah.
-
Perbuatan
Saya menonton Film 'Lions for Lambs' baru-baru ini dan tahu: ada sesuatu yang jauh lebih berarti ketimbang argumentasi yang ditata rapi, rencana luar biasa yang mungkin tanpa cela, dan pikiran ceme...
-
Layang-layang
Dulu pernah kau belikan aku sebuah layang-layang pada hari ulang tahun.
-
Lambat
Beberapa hari lalu, ketika mengunjungi daerah Tawangmangu—sebuah dataran tinggi di kaki Gunung Lawu—saya seperti berharap akan menemui semacam 'kelambatan'.
-
Realisme yang Lugu, Cinta, dan Lain-lain
(Membaca Antologi Puisi Pendhapa 5) Penyair yang hanya menyekatkan perhatian pada dirinya sendiri, kata Subagio Sastrowardoyo, tak akan menghasilkan sajak yang cukup berarti.
-
Risiko
:lintanglanang Bung, kini kita tahu: laku menulis adalah sebuah laku yang tak pernah bebas dari sebiji—atau lebih—risiko.
-
Iklan: Sebuah Muasal
Pada masa Yunani Kuno, iklan yang paling mula adalah puisi.